Oleh: Nur Maulidiyah | 23 September, 2017

Mengoleksi Momen, Bukan Tempat (ODOP 3 of 180)


Berbeda dengan kita orang dewasa yang sudah banyak memori dan mungkin cepat lupa. Anak-anak memiliki ingatan yang tajam. Seperti Reyhaanun (yang akan berusia 3 Tahun besok -masehi-
dan sdh 3 tahun lebih 1 bulanan -hijriyah-), memiliki ingatan yang tajam tentang kejadian bahkan detail dengan bendanya.

Contohnya kemarin adiknya melakukan ini di sini, mainan itu ada di center ini dan itu . Sampai akhirnya kemarin bisa request sendiri untuk mengunjungi lagi Shilin Parent Child Center. Karena dia ingat di sana bisa mainan mobil (yang tidak ada di center lainnya). Saking antusiasnya , di sepanjang perjalanan bertanya terus sudah sampai belum .

Untuk mengasah motorik halus, memang mengajak ke parent child center adalah pilihan yang tepat, karena banyak mainan edukasi yang mengasah motorik halus. Selain terus menerus distimulus di rumah tentunya . Untuk motorik kasar , bermain bersama di rumah dan eksplorasi di taman dekat rumah bersama bobo (ayahnya) jadi momen yang ditunggu anak-anak .

Reyhaanun dan Ayyash (1Y1M) , seperti balita pada umumnya memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi . Daya eksplorasinya juga luar biasa .Di momen kemarin, Ayyash sangat tertarik dengan buku. Terutama buku-buku hewan . Karena hobinya sekarang menirukan suara harimau. Sedangkan Reyhaanun seperti di rumah paling senang bermain peran. Menidurkan boneka-bonekanya , memasak , memberi makan sampai adzan dan melakukan sholat berjamaah. Selain itu sangat hobi ikut mencuci,menjemur pakaian (dia dan adiknya), sampai melipatnya. Nah di momen kemarin, paling heboh saat bermain peran menyiapkan makanan buat adiknya .

Ada momen-momen yang akan kita koleksi di tempat yang berbeda. Dan masa balita adalah masa yang tidak akan terulang. Masa membentuk kedekatan fisik, dimana kitalah orang tua adalah orang yang paling penting dalam hidupnya.

Perjalanan pengasuhan adalah perjalanan yang panjang . Yang finish goalnya adalah menjadikan anak-anak berkepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah) sekaligus bisa bermanfaat bagi umat. Dan untuk menuju finish goal itu kita butuh targe-target pendek yang diwujudkan. Hadanallah.

Taipei, 24 September 2017- 3 Muharram 1439 H

Iklan

IMG_20170613_091927_550

Akhirnya setelah sekian lama sudah di tangan , akhirnya buku karangan teteh Kiki Barkiah bisa dibaca dengan banyak iklan tentu saja . Bagi teman-teman yang di Taipei dan sekitarnya jika mau meminjam dipersilahkan dengan senang hati. Tetapi karena krucils ikutan membaca jadi kondisi agak banyak lipatan :D.
Buku berjilid 1 dan 2 dengan judul yang sama menceritakan kisah pengasuhan teh kiki Barkiah di perantauan  di benua Amerika. Mendidik 5 anak dengan banyak balita tanpa bantuan keluarga  maupun  ART ditambah dengan kegiatan homeschooling anak anak yang sudah sekolah tentu bukan hal yang mudah .  Salah satu yang dilakukan adalah menumbuhkan inisiatif anak untuk membantu kegiatan rumah tangga . Selain itu dibentuk kebiasaan anak untuk selalu bermanfaat setiap waktunya. Wah ini PR banget. Supaya kita betul-betul menjadi manusia  bermanfaat dengan kegiata yang bermanfaaat.

Sebagai sesama orang perantauan , sangat merasakan juga  kerepotan tersebut. Karena memang pekerjaan ibu , sebuah pekerjaan mulia yang jam kerjanya hampir 24 jam . Tetapi saat kita yakin ini adalah ladang pahala maka kita akan ringan mengerjakannya .

Salah satu bab favorit saya di jilid adalah “antara saya , Homeschool, dan 24 jam. Teh Kiki memberi gambaran bagaimana mengatur waktu 24 jam dan menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga, menyusui , mengajar , menulis dan ibadah . Salah satu tipsnya adalah menyederhanakan urusan masak memasak yakni dengan menyiapkan makanan besar  utama, sayur biasanya berupa salad dan menyediakan buah. Dan setiap anak menyiapkan makannanya masing-masing menurut kapasitasnya.  Sehingga di pagi hari urusan itu sudah selesai dan dilanjut dengan urusan mengajar sampai menjelang sore.

Tips yang lain dalam mengatur waktu adalah dengan melakukan kombinasi pekerjaan atau multi tasking  dan menjadikan setiap detik waktu bermanfaat .

Buku ini sangat direkomendasikan untuk yang ingin mendapatkan pencerahan dengan menarik pelajaran dari pengalaman pengsuhan . Karena akan banyak pengalaman yang dibagi saat menghadapi kisahkisah unik masing-masing anak. Jika ibu-ibu mengingankan ilmu parenting secara mendetail maka mungkin bukan ini buku rujukannya . Tetapi jika anda termasuk membaca kisah dan menarik hikmah maka ini adalah buku yang tepat .

Selamat membaca , mengasuh dan berproses bersama ananda tercinta. Semoga kita dimudahkan untuk mengasuh amanah dari Allah sesuai dengan petunjuk Allah .

Oleh: Nur Maulidiyah | 13 Juni, 2015

Belajar dari Kasus Rohingya, Harus Ada yang Berani!


http://www.theguardian.com/world/2014/mar/10/central-african-republic-christian-militias-revenge#img-1Belajar dari Kasus Rohingya, Harus Ada yang Berani!

Di salah satu sudut, anak-anak bermain ayunan dan perosotan, sementara yang lain bermain komedi putar.

Sesekali terdengar jeritan anak-anak perempuan yang diayun terlalu tinggi rekan-rekannya, dan juga suara tangis anak yang berebutan naik tangga arena permainan.

Tidak jauh dari lokasi permainan anak-anak tersebut, seorang wanita berusia 50-an tahun terlihat berbicara akrab dengan seorang gadis belasan tahun. Tampak mereka saling mencubit pipi dan kemudian berpelukan.

Setelah didekati, ternyata mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda. Sang wanita, yang mengaku bernama Nabawiah, ternyata warga lokal yang rumahnya tidak jauh dari kamp pengungsi.

Sementara lawan bicara, Sajidah Begum (16 tahun), adalah pengungsi etnis Rohingya yang mengaku hidup sebatang kara.

Meski berbicara dalam bahasa yang berbeda, mereka berdua tampak saling mengerti, ibarat seorang ibu dengan anak gadisnya yang bisu.

Dengan mata berkaca-kaca, Nabawiah menceritakan awal perkenalan mereka, yaitu hari yang sama ketika Sajidah dan sekitar 900 pengungsi Rohingya dan Bangladesh diselamatkan oleh nelayan Aceh Timur, pertengahan Mei lalu.

Berita tentang pengungsi dari Myanmar yang Nabawiah pun mengaku tidak tahu di mana letak persis negara itu, segera menyebar di antara warga lokal dan mereka pun berbondong-bondong memberi pertolongan.

Kontak pandangan pertama antara Nabawiah dan Sajidah terjadi saat ia mengintip dari balik kaca untuk melihat kondisi para pengungsi yang ada di bangunan bekas pelelangan ikan.

Begitu pandangan mereka beradu, Sajidah pun langsung menangis histeris dan membuat Nabawiah kebingungan.

“Saya kemudian menyadari bahwa ternyata ia menangis histeris melihat saya yang katanya mirip ibunya,” ungkap Nabawiah sambil menahan air mata, sementara mata Sajidah pun sudah tampak berlinang, meski tidak sampai menetes.

Sejak itulah, Nabawiah rutin menemui Sajidah di kamp pengungsian, ibarat seorang ibu yang menjenguk anaknya ke arena perkemahan bersama rombongan sekolah.

“Saya ingin mengadopsi dia menjadi anak saya, tapi saya sadar bahwa itu tidak mungkin karena tidak diizinkan pemerintah dan prosesnya juga pasti sulit,” ucapnya.

Begitulah sepenggal ‘drama’ dari pengungsian Rohingya di Aceh yang dilansir antaranews (http://www.antaranews.com/berita/499674/kisah-persahabatan-warga-aceh-dan-pengungsi-rohingya). Mengharukan, kisah nyata  bukan fiksi ala drama Korea.

Bantuan kemanusiaan mengalir deras kepada saudara-saudara kita pengungsi Rohingya yang ada di Aceh. Luar biasa, penggalangan dana di Taiwan, juga mengalir deras. Ternyata banyak yang peduli , ada yang karena kemanusiaan , ada yang karena kesamaan aqidah.

Bertahun-tahun terombang-ambing dalam penderitaan, sudah ratusan ribu yang terbunuh. Bahkan wanita dan anak2 yang jadi korban. Ditolak di sana -sini. Atas nama kemanusiaan pun tidak ada negara yang berani menolong. Aktifis kemanusiaan peraih nobel diam. Alasannya karena bukan warga kami ! Sudah bertahun-tahun yang lalu menjerit karena genosida. Dibakar , dibunuh.
sampai akhirnya ada yang berani , pemerintah Aceh. Barulah Negara yang lain berbondong2 ikut menolong.

Saya pribadi tahu tentang rohingya beberapa tahun yang lalu dari al-Islam (buletin Hizbut Tahrir) dan seminar-seminarnya. Hizbut Tahrir menawarkan solusi pada dunia, agar ada negara yang berani melindungi mereka, Negara yang menjadi induk bagi kaum Muslimin. Ya! agar ad segera khilafah Islamiyah. Selain Rohingya masih ad pembantaian di Afrika tengah yang sampai sekarang belum ada yang berani menyentuh seperti yang dilansir aljzeera (http://www.aljazeera.com/news/africa/2015/01/un-muslims-ethnically-cleansed-car-2015196546788288.html) dan Guardian (http://www.theguardian.com/world/2014/mar/10/central-african-republic-christian-militias-revenge) muslim di Afrika tengah dibersihkan, laporan trakhir 2014. hile 130,000 to 145,000 berkurang  10,000 di  Desember dan di Februari 2015 tinggal 900. Ada perempuan dan anak-anak Palestina, Suriah yang juga menjerit menjdi janda dan yatim . Adakah yang berani?

Oleh: Nur Maulidiyah | 29 September, 2013

Novel “Pejuang Surga”


Assalammualaykum 🙂

Menulis.Ya itu salah satu hobi saya, tapi ini menjadi hobi yang sekarang ini ‘terpaksa’ belum dilakukan secara rutin seperti dulu.

Dan di antara tulisan-tulisan itu ada draft novel yang belum tersentuh untuk diedit kembali.Tetapi daripada berdebu di antara tumpukan file, alangkah lebih bermanfaat jika ada yang membaca dan semoga terinspirasi. Karena walau fiktif belaka , tapi saya membuatnya sepenuh hati *dan ada juga yang terinspirasi dari yang saya lihat dan saya dengar”

berikut sinopsisnya:

Nayla, ya begitulah namanya biasa dipanggil. Gadis yang sedang duduk di bangku SMA itu bersahabat dengan 3 orang temannya, Mentari , Zulfa dan Ela.  Mereka awalnya pecinta boyband westlife dan menamai diri mereka WL , Westlife Lover  . Kondisi berubah saat WL mengkaji Islam lebih dalam. Untuk menguatkan mencapai mimpinya, mereka mengubah nama geng mereka menjadi PS,  kepanjangan dari pejuang surga. Nayla pun akhirnya bisa meninggalkan kebiasaan buruknya di waktu kecil yang berbahaya. Mereka berempat membuat proposal hidup dan 101 mimpi dengan cita-cita akhir mendapat surga. Jalan mereka tak mulus dengan adanya masalah isu teroris di sekolah. Tetapi, mereka berhasil meyelesaikannya dengan baik.

Saat kelulusan, sayangnya mereka berpisah. Nayla yang memiliki cita-cita menjadi jurnalis yang mengungkap kebenaran , masuk ke Fakultas Komunikasi.  Mentari, gadis perfeksionis yang ulet dan bercita menjadi ahli tatakota masuk di Universitas yang sama  dengan Nayla walau dengan kondisi  kesulitan biaya. Zulfa, karena ayahnya jatuh sakit dan harus membiayai adik-adiknya, ia terpaksa harus bekerja hingga membawanya ke Taiwan. Sedangkan Ela sendiri , memilih mencapai citanya dengan melanjutkan studi di Australia bersama ayahnya  yang menyelesaikan gelar doktor.

Di masa ini, cobaan hidup mendera para pejuang surga. Nayla semakin bersinar dan menunjukkan prestasinya sehingga banyak lelaki yang jatuh hati padanya. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada sms misterius yang membawanya dalam masalah yang pelik antara memilih cinta ataukah surga? Dan membawanya pada romansa cinta yang rumit. Beruntunglah  Nayla dikelilingi oleh orang-orang yang berdestinasi Surga, merangkai kata untuk Surga, merangkai karya untuk Surga , dan merangkai cinta untuk Surga. Siapakah yang  akan bersamanya merangkai cinta suci dalam ikatan pernikahan, Grahadi yang pemberani,  Mumtaz yang perfeksionis, atau Arziki teman masa kecilnya. Dan akankah ia mewujudkan mimpi-mimpinya yang lain.

Lalu bagaimana dengan Mentari, bisakah ia mencapai mimpi dengan keterbatasan ekonomi? Ela dengan kehidupan barat yang bebas dan Zulfa yang bekerja begitu keras karena menjadi tulang punggung keluarga. Akankah mereka semua bisa mencapai mimpi-mimpinya? dan mimpi utamanya mencapai surga?

selamat menikmati:)

bisa didownload di sini ya

https://dl.dropboxusercontent.com/u/52185046/pejuang%20surga.pdf

Oleh: Nur Maulidiyah | 22 Agustus, 2013

Panduan Makanan Halal di Taiwan part 1


Saudaraku,

Allah telah memerintahkan dengan indah dalam firman-Nya:

كلوا مما رزقكم الله حلالا طيبا واتقوا الله الذي أنتم به مؤمنون

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (Thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya,”(QS. Almaidah: 88) dan “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu,” (QS.Albaqarah: 168).

Kita diperintahkan untuk memakan makanan yang halal   juga thayyib. Tentu kita tidak ingin bernasib seperti yang diberitakan Rasulullah Muhammad di dalam hadis.Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat: berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata: “Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah. “Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya, “(HR. At-Thabrani). Naudzubillah min dzalik. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori