Oleh: Nur Maulidiyah | 11 Februari, 2009

Val's Day = False Day?


Valentine, Budaya Kuno nan Sesat

Valentine, Budaya Kuno nan Sesat

“Aku mau jawaban cukup satu jawaban a…a.. OK …Bilang saja OK…ku mau dengar OK …“

Si Cinta lagi nyanyi-nyanyi di kamar mandi ditemani CD playernya yang dipasang di kamar dengan volume superkeras persis kaya’ hajatan di kampung . Doi nyanyi sambil bayangin apa yang akan terjadi beberapa hari lagi, tepatnya pas 14 Februari. Karena doi emang udah merencanakan secara matang untuk nembak si Rangga pas Valentine day. Sebenarnya sih dia nggak bego-bego amat.Karena sebenarnya dia sih udah tau klo valentine day bukan budaya Islam bahkan bertentangan .Dia juga tau klo pacaran itu juga dilarang karena bisa mengakibatkan berdua-duaan yang namanya …klo seingat Cinta waktu baca majalah Islam sih Gawat apa pesawat gitu (ye…yang bener kan khalwat ya saudara-saudara ).Yang pasti dosa klo tetap nglakuin , kan ada hadisnya .Tapi gimana lagi dia nggak kuat kalo rangga disamber-cucian kali ya – ama yang lain.Toh Alloh kan Maha Pengampun gitu lho .Masak dosa sekali aja nggak diampuni .Toh nanti waktu pacaran –klo diterima nih- dia akan bertekad kuat nggak bakalan macem-macem dan nggak ngapa-ngapain .Paling-paling sms-smsan, nonton bioskop sekali-kali , dan pulang bareng pastinya.

Lain Cinta , lain pula Kasih . Si Kasih udah punya pacar alias nggak jomblo lagi.So , nggak perlu ada acara tembak-menembak . Dia udah punya janji ama Daniel , sang pacar , untuk ngerayain vals day dengan nonton film terbaru.Kan banyak film dirilis pas tanggal 14 Februari. Sebenarnya sama ama Cinta , Kasih udah berkali-kali baca di bulletin gratisan dari Rohis ato klo nggak gitu dari majalah yang dipinjami anak-anak Rohis. Tapi sih si Kasih cuek bebek.Dan beralasan itu kan pendapatnya anak Rohis yang pada jomblo.Klo dia mah punya alasan sendiri ngerayain , gimana nggak gitu lho .Di kafe-kafe semua ngerayain , di televisi , konser-konser musik , radio , internet .Jadi dia bisa menyimpulkan kalo Vals Day emang punyanya semua orang yang punya kasih sayang.Lagian apa kata teman-temannya kalo doi yang dianggap gaul nggak ngerayain Vals day.Bukan itu aja bisa-bisa pacarnya bisa ngambek bahkan minta putus .

Beda lagi si Hanny yang ngejomblo dan nggak berniat untuk nembak siapapun . Dan dia pun nggak cukup pede bakal ada cowok yang ngirimin bunga setumpuk sambil disinari lampu merah ijo dan bilang “maukah kamu jadi pacarku” . Jadi dia terpaksa ngikut aja ama teman-temannya sesama jombloers ngerayain malam valentine dengan nonton konser musik.Paginya dia bisa ngasih bunga ke teman-teman sambil tebar pesona , kan kalo pagi banyak yang jualan bunga.Kan lumayan , pikirnya .Si Hanny , meskipun seorang muslim .Tapi nggak tahu apa-apa yang penting ngikut teman supaya punya banyak teman .

Kamu-kamu mungkin senasib dengan salah satu dari 3 orang teman-teman kita di atas . Wah kalau emang benar gitu mending sekarang juga tobat deh [ weks to the point neh] . Aneh juga ya padahal udah sering dikupas , masih aja vals day ini rame banget dirayakan. Dan sebagian besar tentunya remaja-remaja muslim . Padahal Hadist yang melarang aktifitas kaya’ gini serem , kok nggak ada takut-takutnya , Siapa saja yang menyerupai suatu kaum , maka mereka termasuk golongan kaum tersebut” (HR Abu Daud dan Imam Ahmad).Juga sabda Rasululloh ‘Tidak termasuk golonganku orang yang menyerupai selain golonganku” (HR.Tirmidzi)

Mungkin kamu udah pada tahu bahwa vals day berasal dari ajarannya orang-orang Romawi buat hormatin dewa mereka yakni Dewa Lupercalia (Dewa kesuburan). Yang kemudian diubah oleh Paus Gelasius untuk memperingati seorang yang dianggap suci bernama Saint Valentine.Waduh kebayang klo perayaan ini punya mereka (orang non muslim , red) dan kalo kita ngerayain berarti kita termasuk golongan…….. (jawab sendiri dalam hati masing-masing).Ih nggak mau banget.Ditambah lagi aktifitas yang full maksiat waktu merayakan . Aduh gals , sayang deh waktu muda kamu diisi sama hal kaya ginian.

Mungkin Ada yang belum tahu Sejarah Valentine days

Sejarah Val’s Day


lupercalia

lupercalia

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya. Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur. Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I. Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Mulai detik ini kalo kamu masih punya niatan ngrayain valentine days kayanya harus buru-buru kamu delete dari pikiranmu atau kamu yag udah bikin rencana , harus cepat-cepat di’backspace’ dari otak.

Emang sih lingkungan di sekitar kita pada ngompor-ngomporin buat ikutan maksiat. Bebas banget.Belum lagi media massa yang keblabasan bebas dan kapitalis sekali. Cuma mikirkan untung tanpa peduli akan menghasilkan split generation yang kerjaannya STMJ, Sholat Terus Maksiat Jalan.

Tapi jangan karena kehidupan di sekeliling kita liberal atawa kelewatan bebas kita jadi ikutan. Itu sih namanya kopi tubruk ditambah gula , sudah buruk diperparah pula.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: