Oleh: Nur Maulidiyah | 16 Maret, 2009

Aku tidak ingin MengkhianatiMu Ya Robb (Sebuah Catatan Untuk Demokrasi)


Nafas yang tak terhitung kuhirup

Makanan yang mengisi ke dalam perutku

Air yang menyejukkan tenggorokanku dan menghilangkan dahagaku

Keislaman yg telah kurengkuh dan diajari oleh bundaku menghadapMu, Rabbku

Dan ni’mat Tuhanmu mana lagi yang hendak kamu dustakan

Jutaan Lembar kertas tidak akan cukup menampungnya

Tinta seluas lautan pun tak akan mungkin bisa cukup menuliskannya

Sungguh aku tak ingin mengkhianati CintaMu pada ku Ya Rahman

Ironi menyayat hati saat Engkau meberi kami petunjuk berupa Alquran, surat yg penuh dengan cintaMu pada kami

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu….(TQS.Ali Imron 48)

Malah banyak dari kami mencampakkannya dan merasa lebih benar dengan UU pasal sekian, GBHN no sekian

….Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu(TQS Ali Imron 48)

Banyak dengan alasan keberagaman, kita berbeda  suku, agama dan lainnya  tak bisa disatukan dengan Alqur’an dan Assunnah..

Seolah lupa dari manakah kami berasal

Pun saat Engkau memerintahkan kami dengan ayat yang terang

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.(TQS Ali Imron 49)

Kami pun kadang terlena dan mencocok-cocokkan sistem buatan manusia yang bernama demokrasi dengan sistem khilafah yang dicontohkan Rasul dan Shahabatnya  yang suci

padahal terang bedanya

Terang antara hitam dan putih

Betapa ‘liciknya’ musuh-musuh Islam itu memecah kami

Dan terus mencekoki kami dengan demokrasi

padahal Demokrasi telah mencampakkan hukum BuatanMu ya Robb

Saat seharusnya kita berteriak ” Zina haram, pelakunya pun harus dirajam ”

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.(TQS.An-Nur :2)

Banyak dari kami masih menanyakan layakkah rajam

Pelaku zina kita kumpulkan atau biaran

kenapa tidak ada pilihan cambuk atau rajam

Sungguh tersakiti hati hamba terhadap pengkhianatan terhadap hukum yang telah engkau turunkan

Sungguh tidak tahu nanti akan berkata apa saat di tanya “kenapa di pundakmu telah lama tidak ada baiat terhadap khalifah ”

Padahal para sahabat Rasul dulu tak pernah rela khalifah kosong bahkan segera mengangkatnya tak lebih dari 3 hari

Atau kurang jelas dan masih terlihat petang perkataan Rasul tersayang

Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Muslim)

Yang lebih memalukan kadang kami yang tahu tak berani berkata lantang

kadang kami lebih sibuk dengan urusan dunia yang tak pernah kenyang

Pun kami yang tak tahu

merasa itu urusan yang gampang

lebih asyik mengisi perut hingga kenyang

Rasa berjuang terus berkurang

demi nama dan kepopuleran

Hingga Tak ada lagi jiwa berjuang

Ya Allah

Kapankah khilafah kan datang

Rindu sudah membuncah

melihat masyarakat diselimuti keimanan

Astaghfirullah a’adzim

16 Maret 2009,Rindu khilafah

-Nur Maulidiyah-

NB :Bagi yg masih bingung, apa itu khilafah klik di sini


Responses

  1. Gimana caranya melaksanakan bai’at pada saat sekarang? Disaat ummat Islam berbeda dalam banyak hal yang kemudian masing2nya mengklaim sebagai yang benar. Mereka selalu berkata, inilah Islam yang benar, seperti diajarkan bundakau, bapakku, ustazku, kyaiku, tanpa mencoba mendalaminya, memilahnya dan kemudian menemukan yang benar untuk kemudian, sami’na waata’na, dengan terus memohon kepada Allah supaya memperoleh hidayah dan petunjuk yang benar.

    Hampir seluruh organisasi Islam di Indonesia mengaku sebagai “Ahlusunnah waljamaah.” Tapi, pun masih banyak perbedaan. Perbedaan yang berakibat munculnya ketidakpercayaan kepada yang lain. Ujung2nya debat buta (tidak mementingkan dalil) karena merasa paling benar.

    Belum lagi yang kaitannya dengan kebijakan pemerintah masing2 negara, kemudian kebijakan antarnegara. Memanglah, ini kesuksesan musuh2 Islam dalam memaksa kita menganggap mereka benar tanpa kita sadar.

    Lalu, dalam hukum2 yang dah jelas seperti zina, mencuri (koruptor juga) memang dah semestinya dilaksanakan. Tapi inipun susah.

    Nah bagaimana dengan hukum2 yang lain? Dalam konferensi Islam di Libya akhir 2008 lalu, lembaga ijtihad memtuskan bahwa ijtihad masing2 ulama boleh berbeda berdasarkan negeri masing2. Ijtihad untuk Arab saudi, tidak harus sama dengan yang di Indonesia (dalam 1 perkara)

    Sori, bukan pesimis.

  2. Akhi yusuf Apandi yg dirahmati Alloh

    Subhanallah wal hamdulilah
    luar biasa Islam ini..
    membuka yg namnya ijtihad
    sehingga seluruh problem kekinian bisa dipecahkan dengan tetap merujuk Alqur’an dan As-sunnah

    dalam hal khilafiyah (perbedaan) memang bisa berbeda pendapat antara satu mujtahid dengan mujtahid lain.
    Dan itu tdk pernah bermasalah asal syarat2nya terpenuhi

    Penerapan syari’at Islam. Baiat khalifah dilakukan saat rakyat sudah menyadari ..
    dan itu InsyaAllah berjalan dengan alamiah insyaAllah

    Pertolongan Alloh sungguh amatlah dekat ..yakinlah wahai kaum muslim

    dulu pun para sahabat sempat terbesit putus asa , kapankah akan datang pertolongan Alloh..maka dijawab “sesungguhnya pertolongan Alloh amatlah dekat”

    Modal keyakinan ini juga mohdal yg sangat penting
    Tentu harus diimbangi Ikhtiar yg kokoh…
    Wallahu A’lam Bis-Showab
    Semoga Allah menyegerakan persatuan Umat Islam

  3. Saudari Nur yang semoga dimuliakan Allah . .
    Apakah baiat ini sebuah kemestian yang akan terjadi? Maksud saya selepas era khulafaurrasyidin. Adakah keterangannya?
    Thanks

  4. dalil dari as-Sunah, telah diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata : “Abdullah bin Umar telah berkata kepadaku : “aku mendengar Rasulullah saw pernah bersabda :

    مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةً لَهُ وَ مَنْ مَاتَ وَ لَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

    Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Muslim)

    Nabi saw telah mewajibkan kepada setiap muslim agar dipundaknya terdapat baiat. Beliau juga mensifati orang yang mati sedangkan di pundaknya tidak terdapat baiat bahwa ia mati seperti kematian jahiliyah. Baiat tidak akan terjadi setelah Rasulullah saw kecuali kepada Khalifah, bukan yang lain. Hadits tersebut mewajibkan adanya baiat di atas pundak setiap muslim. Yakni adanya Khalifah yang dengan eksistensinya itu terealisasi adanya baiat di atas pundak setiap muslim. Imam muslim meriwayatkan dari al-A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi saw, Beliau pernah bersabda :

    إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَ يُتَّقَى بِهِ

    Seorang imam tidak lain laksana perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung (HR. Muslim)

    Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abi Hazim, ia berkata : “ aku mengikuti mejelis Abu Hurairah selama lima tahun, dan aku mendengar ia menyampaikan hadits dari Nabi saw, Beliau pernah bersabda :

    كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ، قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: فُوْا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

    Dahulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi, setiap kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi yang lain, dan sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah, dan mereka banyak, para sahabat bertanya : “lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda : “penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama, berikanlah kepada mereka hak mereka, dan sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban mereka atas apa yang mereka diminta untuk mengatur dan memeliharanya (HR. Muslim)

    Di dalam hadits-hadits ini terdapat sifat bagi Khalifah sebagai junnah yakni perisai. Sifat yang diberikan Rasul saw bahwa imam adalah perisai merupakan ikhbar (pemberitahuan) yang di dalamnya terdapat pujian atas eksistensi seorang imam. Ini merupakan tuntutan. Karena pemberitahuan dari Allah dan Rasul saw, jika mengandung celaan merupakan tuntutan untuk meninggalkan, yakni larangan. Dan jika mengandung pujian maka merupakan tuntutan untuk melakukan. Dan jika aktivitas yang dituntut pelaksanaannya memiliki konsekuensi tegaknya hukum syara’, atau pengabaiannya memiliki konsekuensi terabaikannya hukum syara’, maka tuntutan itu bersifat tegas. Dalam hadits ini juga terdapat pemberitahuan bahwa orang yang mengurus kaum muslim adalah para Khalifah. Maka hadits ini merupakan tuntutan mengangkat Khalifah. Terlebih lagi, Rasul saw memerintahkan untuk mentaati para Khalifah dan memerangi orang yang hendak merebut kekuasaannya dalam jabatan khilafahnya. Ini artinya perintah untuk mengangkat Khalifah dan menjaga keberlangsungan khilafahnya dengan cara memerangi semua orang yang hendak merebutnya. Imam Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasul saw pernah bersabda :

    وَ مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَ ثَمْرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اِسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرٌ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوْا عُنُقَ اْلآخَرِ

    Dan siapa saja yang telah membaiat seorang imam lalu ia telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, dan jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya maka penggallah orang lain itu (HR. Muslim)

    Perintah mentaati imam merupakan perintah untuk mengangkatnya. Dan perintah memerangi orang yang hendak merebut kekuasaannya merupakan qarinah (indikasi) yang tegas atas wajibnya kelangsungan eksistensi Khalifah yang satu.

    Sedangkan dalil berupa ijma’ sahabat, maka para sahabat –ridhwanaLlâh ‘alayhim– telah bersepakat atas keharusan pengangkatan Khalifah (pengganti) bagi Rasulullah saw setelah Beliau wafat. Mereka telah bersepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah, lalu Umar bin Khaththab sepeninggal Abu Bakar, dan sepeninggal Umar, Utsman bin Affan. Telah nampak jelas penegasan ijmak sahabat terhadap wajibnya pengangkatan Khalifah dari penundaan pengebumian jenazah Rasulullah saw, lalu mereka lebih menyibukkan diri untuk mengangkat Khalifah (pengganti) Beliau. Sementara mengebumikan jenazah setelah kematiannya adalah wajib. Para sahabat adalah pihak yang berkewajiban mengurus jenazah Rasul saw dan mengebumikannya, sebagian dari mereka lebih menyibukkan diri untuk mengangkat Khalifah, sementara sebagian yang lain diam saja atas hal itu dan mereka ikut serta dalam penundaan pengebumian jenazah Rasul saw sampai dua malam. Padahal mereka mampu mengingkarinya dan mampu mengebumikan jenazah Rasul saw. Rasul saw wafat pada waktu dhuha hari Senin, lalu disemayamkan dan belum dikebumikan selama malam Selasa, dan Selasa siang saat Abu Bakar dibaiat. Kemudian jenazah Rasul dikebumikan pada tengah malam, malam Rabu. Jadi pengebumian itu ditunda selama dua malam dan Abu Bakar dibaiat terlebih dahulu sebelum pengebumian jenazah Rasul saw. Maka realita tersebut merupakan ijmak sahabat untuk lebih menyibukkkan diri mengangkat Khalifah dari pada mengebumikan jenazah. Hal itu tidak akan terjadi kecuali bahwa mengangkat Khalifah lebih wajib daripada mengebumikan jenazah. Juga bahwa para sahabat seluruhnya telah berijmak sepanjang kehidupan mereka akan wajibnya mengangkat Khalifah. Meski mereka berbeda pendapat mengenai seseorang yang dipilih sebagai Khalifah, mereka tidak berbeda pendapat sama sekali atas wajibnya mengangkat Khalifah baik ketika Rasul saw wafat, maupun ketika para Khulafaur Rasyidin wafat. Maka ijmak sahabat itu merupakan dalil yang jelas dan kuat atas wajibnya mengangkat Khalifah.

  5. persoalaan baiat dan khalifah hari ini mempunyai persoalaan yang panjang lebar. Sabahagian kaum begitu serious dengan topik ini sehingga mereka pandang islam yang tidak berkhalifah itu bukan islam. Antara kaum itu termasoklah gulongan khadiani dan sebahagian besar dari gulongan shiah. Tapi dari gulongan Sunni juga maseh banyak yang menganggap ini persoalaan yang serious.Antaranya termasoklah kumpulan JI ( Jamaah Islamiah)

    Saya sendiri bukanlah berniat menafikan atau mengiyakannya… tapi hanya sekadar ingin mencari kebenaran setakat mana benarnya pendapat pendapat ini.

    mengenai hadith hadith yang di atas itu… sebenar kita harus tahu asbabul hadith itu sebelum kita buat konklusi.Saya percaya setiap satu satu hadith yang keluar dari rasulullah s.a.w. ada sebab sebab tertentu, dan di masa atau waktu yang tertentu. Tentu anda telah maklumi , bahawa banyak terdapat hadith hadith yang dimansukhkan setelah keadaan berubah.

  6. InsyaAllah hadizt di atas shohih dan sarah (keterangan nya ) menunjukkan kewajiban mendirikan khilafah dan menjalankan syariat Islam secara sempurna

    dan itu tidak hny diterangkan oleh hadist tapi juga Alquran

    semoga kita semua menjadi pejuang yg akan mengembalikan kehidupan Islam di muka bumi

    WAllohu A’lam bis Showab

  7. Sejarah tentang mengangkat khalifah setelah wafatnya rasulullah s.a.w. dan pengkebumian jenazah rasulullah mempunyai banyak versi yang bersimpang sior. Malah ada beberapa versi lagi yang mengatakan pengkebumian jenazah rasulullah ditunda sehingga sembilan hari, malah ada pula yang mengatakan sehingga 13 hari.Sebab sebab tertundanya itu pula tidak boleh kita terus mengambil kesimpulan bahawa para sahabat lebeh menumpukan perhatian pada perlantekan khalifah, kerana itu hanyalah andaian sebahagian ahli sejarah.

    Sewaktu dikuliah Al ansari dulu, kami sempat berbincang sesama kami sebab sebab tertundanya upacara pengkebumian Rasulullah s.a.w.

    Dalam perbincangan yang mengambil masa berejam jam itu, macam macam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. Di situ, Dr.Ayoub Ahmat keluarkan satu pendapat bahawa sebab sebab terlembatnya jenazah itu dikebumikan ialah kerana Omar menghalang setiap orang daripada mengatakan bahawa Rasulullah telah wafat. dengarnya agak lucukan? berapa lama pula Omar bertahan begitu… sehingga Abu Bakar sendiri menenangkan keadaan. Perlu di ingat, Sebahagian pendapat mengatakan Abu Bakar sedang dalam pemergian di hari wafatnya Rasulullah s.a.w. iaini dia tidak berada di madina, sehingga datang utusan dari madina memberi tahunya akan berita wafatnya Rasulullah s.a.w.
    lantas ia dan rombongannya berpatah balek ka madina. Proses itu saja makan masa dua hari.

    Sampai di Madina ia sempat mentenangkan Omar yang seolah olah menolak kematian Rasulullah. Selepas itu ada lagi masaalah lain pula.ie. pergeseran antara kaum khazraj dengan khauf yang masing masing merasakan pehak merekalah yang sepatutnya menggantikan pucok pimpinan. Ini bukanlah perkara kecil yang dapat diselesaikan dalam masa satu atau dua jam. Kalau dizaman kita hari ini perselisehan yang seperti ini hanya dapat selesai selepas beberapa bulan.

    Dalam masa kesebokan itu, mengikut versi shiah(dan banyak juga ulama sunni yang bersetuju) Saidina Ali mengambil inisiativ sendiri untok menguruskan jenazah Rasulullah.

    Itu hanya sebahagian versi dari banyak banyak versi yang lain.

    Dengan mengambil kesimpulan bahawa Kelambatan mengurus jenazah rasulullahs.a.w. adalah disebabkan para sahabat lebeh mengutamakan perlantekan khalifah nampak lemah sekali apabila kita semak semua versi versi dalam sejarah.

  8. Saidina Ali sendiri mengikut sejarah, tidak terus bai,at pada Khalifah Abu Bakar melainkan setelah beberapa lama kemudian, setelah kematian isterinya, siti fatimah as. Berapa lamakah jarak antara kematian rasulullah s.a.w. dengan kematian siti fatimah as?, ini pun ahli sejarah maseh berseliseh pendapat

  9. subhanalloh…

    saya harus banyak belajar ini,,syukron saya akan lebih semangat mengkaji tentang hal ini

    satu hal yg pasti dan tidak ada perselisihan di dalamnya
    bahwa kita harus segera berjuang untuk terterapnya Syariat Islam
    Untuk segera masuk ke Islam secara Kaffah dan keseluruhan

  10. Salamsejahtera…Assalammuallaikum perbolehkan saya ikut gabung menurut saya..saat ini calon khilafah itu udah ada…namun yakinkah apa bila di antara saudara anda nanti yang menjadi kholifahnya…apakah saudara menerima…bukankah menjadi kholifah itu tidak ada surat tugasnya (S.K)sebenarnya pengangkatan kholifah itu harus ada prosesnya karena sesuai dengan sejarahnya yang mengangkat kholifah itu Rosul…jadi yang terpenting saat ini siapa yang menjadi rosul di era sekarang…kalo kita memang orang islam mengapa kita tidak mau membuka kitab Al’Quran..sebenarnya Allah sudah membuka semua ayat-ayat alam nya….saat ini Allah sudah menggenapi firmannya…dengan adanya kejadian yang menimpa negara kita ini….namun kebanyakan dari kita tidak ada yang mau memahami tentang kejadian Alam tersebut…jangansemua kejadian yang ada di dunia sebenarnya sudah di terangkan di dalam kitab-kitab Allah .baik itu injil dan Al’qur’an….semua perkara sebagai orang yang mengaku iman kepada kitab jangan mengacuhkannya…

    7. Al A’raaf

    3. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya[528]. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

    6. Al An’aam

    116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)

    Yang aku lampirkan ini adalah ayat ayat Al’Qur’an jadi bila kita mengikuti kebanyakan orang dalam memahami segala sesuatu itu sebagi orang islam ya harus pakai ayat dan mengikuti kiyab..jangan ikut kata orang….sekian dulu apa bila ingin di lanjut bisa lewat alamat email saya..SS..AS

  11. perbedaan antar kita akan selalu ada, namun yang pasti MUSUH ISLAM selalu mengincar keberadaan kita. oleh karena itu hindari berpolemik tentng khilafiyah mari kita bahas persamaan diantara kita, jauhi diskusi khilafiyah. MAJU BERSAMA, KITA TEGAKKAN KHILAFAH BERSAMA, MULAI DARI DIRI KITA, KELUARGA KITA,LINGKUNGAN KITA, SAUDARA KITA TERDEKAT.

  12. Assalamualaikum..
    setelah saya mbaca artikel tentang “khalifah”
    ada beberapa hal yg jdi pertanyaan saya:
    1. kenapa harus HTI, apakah tidak ada organisasi pencetus yg lebih dulu.
    yg saya kawatirkan ada khalifah sbelum HTI sendiri berdiri?..trimaksih

    • yg menjadi khalifah tidak harus dari HTI. Saat ini yg memperjuangkan khilafah tdk hanya HTI.

      Kita seharusnya menjadi salah satu di dalam barisan pendukung khilafah,

      Siapapun yg memperjuangkan agama Allah harus didukung^^

  13. masih belum paham nihh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: