Oleh: Nur Maulidiyah | 18 September, 2009

Renungan Akhir Ramadhan


Ramadhan kali ini sungguh menyedihkan, karena di sisi lain dibelahan dunia yang lain saudara-saudara sesama muslim kita dibantai dengan sadis oleh Karimov di Uzbekistan

Di sisi lain , begitu gembiranya di Ramadhan ini karena kusadari betapa Allah menyayangiku walaupun sering sholatku tak tepat waktu.Pun saat menhadapnya fikiran melantur kemana2. Dan amanah yang kadang kulakukan dengan malas-malasan dan menunda.

Beberapa bulan terakhir kurasakan waktu begitu mundur dan pelan. Di penantianku dan suami menunggu sang buah hati menjelang 2 tahun pernikahan kami terkadang menimbulkan rasa iri pada teman yg baru menikah langsung mempunyai keturunan.
seakan ku tak ingat, Rasulullah dan Khadijah dulu pun harus menunggu beberapa tahun.Seakan ku tak instropeksi apakah sudah siap diriku yang lemah ini diamanahi tanggung jawab sebesar itu.Tapi masih banyak keyakinan di dalam hati, Alloh pastilah memberi yang terbaik.

Di Penghujung Ramadhan ini pula aku menemukan mimpi2ku yang sebelumnya kulupakan begitu saja (pesan buat teman2 yg sudah menikah juga),,,menikah bukanlah garis finish.Justru itu start awal dimana kita berjuang menggapai mimpi2 kita dengan sepasang sayap. ya,,sepasang sayap yang kokoh.Seharusnya rumah tangga bukanlah halangan bagi kita untuk meraih cita2 kita.

Cita2 untuk  emnjadi orang yang berilmu yang bermanfaat bagi orang lain (dimana orang yang berilum diangkat derajatnya oleh Alloh).

Cita2 untuk menjadi orang yang faqih (paham) dalam masalah Agama/ulama’ (Dimana Alloh akan menganugerahkan kebaikan baginya)

Cita-cita untuk menjadi Da’i yang berpengaruh (yang pahala bagi dia akan mengalir saat orang lain melaksanakan syariah dengan da’wahnya)

Cita-cita sebagaimana cita-cita Rasulullah untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan berdirinya daulah khilafah Islamiyah di muka bumi

DAN TENTU SAJA

Cita-cita untuk khusnul khotimah dan beristirahat di surga tertinggi Firdaus

Tentu semua cita-cita ini tidak akan didapat oleh orang yang bermalasan , menunda dan melakukan perbuatan sia-sia.

Tetapi orang dengan keimanan kuat, dengan kesadaran yang tinggi bahwa dia senantiasa diawasi, dengan akselerasi amal yang produktif dari hari ke hari dan dengan sinergitas suami-istri membangun keluarga Surgawi

Semangat Baru yang terkumpul di akhir Ramadhan,

Kamar inspirasi

Nur maulidiyah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: