Oleh: Nur Maulidiyah | 8 Agustus, 2010

Bahasa Arab VS Bahasa Keren


Bahasa Arab,,
beberapa orang menganggapnya jadul, lama, unta *heheh jauh banget* , jaman batu dan lain-lain.
Dan amat disayangkan yang mengatakan demikian adalah seorang muslim.
Sehingga tidak heran *saat ini* ditemukan fenomena *bukan keong racun apalagi siput racun* , orang tua yang tidak setuju saat anaknya mengambil jurusan Bahasa arab tetapi didorong-dorong untuk menagambil jurusan bahasa inggris , jerman delele. Dan bahasa Inggris m the friends dianggap sebagai bahasa keren yang harus dipelajari dan jangan lupa BANYAK LOWONGAN KERJA

Fardhu Ain dan fardhu Kifayah
yang perlu digaris bawahi disini adalah
mempelajari bahasa arab= Fardhu AIN selayaknya sholat , puasa bagi seorang muslim.Karena hanya dengan bahasa arab kita akan memahami Alquran dan Assunnah * jangan bilang kalo terjemahan banyak*

dan dengan bahasa Arab seorang muslim akan bisa menggali dan mengetahui lebih banyak lagi tentang ilmu Alloh

Bahasa Arab di mata para Ulama
alimam Assyafi’i mengatakan
Maka sejalan dengan itu ia mengatakan bahwa setiap umat Islam diharuskan mempelajari bahasa Arab sedapat mungkin (Mabalagahu juhduh) sehingga ia dapat mengucapkan syahadat, membaca al Qur’an, dan mengucapkan dzikir. Tuntutan itu merupakan fardhu ‘ain yang berlaku secara umum, sedangkan penguasaan bahasa Arab secara mendalam diwajibkan secara terbatas (fardhu kifayah) atas para ulama’. Syafi’i menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab karena tidak mungkin bisa memahami kandungan al Qur’an tanpa penguasaan terhadap bahasa Arab.

Syekh Ibnu Taimiyah mengatakan
Syaikhul Islam rahimahullah berkata: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan kitab-Nya dengan bahasa ‘Arab dan menjadikan Nabi-Nya penyampai Al-Qur’an dan As-Sunnah dari-Nya dengan bahasa ‘Arab, menjadikan orang-orang yang pertama kali masuk Islam berbicara dengan bahasa itu. Maka tidaklah agama dipahami dengan baik dan benar kecuali dengan mempelajari bahasa ‘Arab. Sehingga mempelajarinya termasuk bagian agama dan jadilah kebiasaan berbicara dengannya lebih memudahkan bagi pemeluknya dalam memahami Islam. Lebih dekat pada penegakan syi’ar-syi’ar agama serta lebih dekat pada mencontoh generasi pertama yang memeluk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dalam seluruh urusan agama mereka.

Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pelajarilah bahasa ‘Arab dan ilmu waris karena keduanya bagian dari agamamu.”

Resolusi Bahasa Arab untuk saya
terakhir mempelajari bahasa arab di muntaha * program pembelajaran bahasa Arab*, banyak yang saya dapat di sini tapi amat disayangkan persertanya tidak serius * gimana gak nih temans, dari 15 orang di awal pertemuan tinggal 3 orang * . Aneh bin ajaib kan .

sebelumnya di madrasah tsanawiyah. Tentu jauhhhhhhh dari cukup apalagi bagus. Maka dari itu, saya dan suami mau belajar bahasa arab secara serius.

dan saya maju satu langkah dibanding suami * maaf ya c:)*…soalnya beliaunya masih sibuk yg lain
saya sekarang belajar di ma’had abdurrahman bin auf UMM malang. Meski joko sembung dengan jurusan saya.

but, for me, menuntut ilmu bukanlah masalah ijazah apalagi hanya untuk ijabsah hehehe


Responses

  1. Betul ukhti, di akhir zaman yang penuh ikhtilaf dan iftiraq ini, penuh ulama dan dai yang hanya pandai berpidato dan menyesatkan, maka kemampuan membaca kitab merupakan salah satu wasilah ilmu dan hidayah.

    Luruskan niat dan terus istiqamah🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: