Oleh: Nur Maulidiyah | 28 November, 2010

BABAK ANYAR HUBUNGAN INDONESIA-AS PASCA DATANGNYA OBAMA


Sekitar pukul 17.00 lebih sedikit, Presiden AS Barack Obama dan isterinya Michele, menjejakkan kakinya di Istana Negara, disambut Presiden SBY, ibu Ani, dan sejumlah pejabat Indonesia. Tamu ‘agung’ yang sudah lama ditunggu-tunggu. SBY Berkali kali sebut Obama Yang Mulia. Tidak itu saja, dana yang digelontorkan sejak januari untuk menyambut obama juga begitu ‘heboh’ , untuk renovasi pagar istana saja mencapai 22 miliar. Sambutan gegap gempita dari para menteri pun juga tak ketinggalan yang semuanya ingin bersalaman, sampai bagaimana media yang juga‘lebay’ menayangkan berulang-ulang saat obama berpidato dan mengucap “assalammualaykum”, “ Indonesia adalah bagian dari saya”, sampai menirukan penjual makanan keliling “ satee,,,,baksoo,,, enak ya”.
Tentu saja bagi obama yang enak tidak hanya sate dan bakso Indonesia tapi juga bakso urat kaum muslimin, kuah minyak blok cepu, saos exxon, kecap cevron, sate liberalisasi dan nasi goreng demokratisasi. Dan tentu pula kedatangan obama kali ini bukan dalam rangka pulang kampung seperti yang diucap dalam pidatonya “pulang kampung nih”. Tapi tentu saja ada agenda lain yang menjadi misi bagi sang pemimpin negara Imperialisme Amerika. Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengumumkan Perjanjian Kemitraan Komprehensif (Comprehensive Partnership Agreement/CPA) Indonesia – AS, sebuah inisiatif di mana Amerika Serikat akan memperluas dan memperkuat hubungan dengan Indonesia untuk menangani isu-isu regional dan global. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dapat memainkan peran dalam memecahkan masalah-masalah dunia.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengungkapkan bahwa pembicaraan CPA sudah dimatangkan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton akhir Januari lalu. Menurut Faizasyah, CPA itu akan memuat kerjasama bilateral multi-sektor. Ini akan menjadi payung kerja sama bilateral yang akan membawa hubungan kedua negara menjadi lebih erat di berbagai sektor, mulai dari kerjasama ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan politik keamanan.Release resmi hasil pertemuan Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu RI Marty Natalegawa beserta delegasi masing-masing dalam rangka Kemitraan Komprehensif Indonesia-AS di Washington D.C., dikeluarkan pada tanggal 17 September lalu. Dan gongnya (inagurasinya) adalah saat obama bertandang ke Indonesia. Sayang seribu sayang pemberitaan media tidak mengarah pada pengungkapan apa yang menjadi maksud dri CPA dan bagaimana implementasi dari CPA. Tidak ada satu televisi swasta pun yang menganalisa secara mendalam apalagi cemerlang. Sehingga lebih banyak yang terhipnotis daripada yang tersadar bahwa kedatangan obama menegaskan pengarahan Tuan yang mulia kepada anak buahnya. Ini terlihat dari perkataan SBY yang menyebut Mr.Obama dengan sebutan yang mulia padahal tidak mungkin seorang presiden menyebut demikian jika hubungan ini sejajar. Dan tentu saja terlihat dari isi dan dampak CPA.
Dampak comprehensive partnership: Menguatkan Hubungan bilateral ‘penjajahan’ AS atas Indonesia
A. Bidang Politik Keamanan
CPA dalam bidang ini memuat 11 poin yang berisikan pengarahan untuk memastikan Indonesia tetap menganut sistem pemerintahan demokrasi dan ideologi kapitalisme beserta turunannya dalam setiap kebijakan pemerintah. Tidak itu saja AS memastikan Indonesia juga sebagai Pionir dan penggerak demokratisasi di wilayah Asia Tengggara. Tujuan ini sangat jelas tercantum dalam poin 1 dan 2 dalam CPA (terlampir). Selain itu, dalam pidatonya obama juga menegaskan dan memuji posisi Indonesia untuk meneruskan apa yang selama ini dilakukan sebagai Pendiri Bali Democracy Forum yang bertujuan mempromosikan demokrasi dan HAM khususnya di Asia tenggara dan Negeri-negeri muslim. Dampak dari poin CPA ini, Indonesia akan semakin meliberalkan pemerintahannya sesuai arahan AS, dan tidak itu saja Indonesia akan menjadi kaki tangan AS dalam penyebaran ideologinya.
Selain menyangkut politik, poin-poin bidang ini juga menyangkut keamanan yang diarahkan pada perang terhadap terorisme, yang meskipun Obama mengatakan ini bukan perang terhadap Islam, tapi bukankah kita melihat dengan nyata ini adalah senjata guna memerangi laju penegakan syariah dan khilafah dengan menyusupkan opini busuk bahwa gerakan terorisme bertujuan mendirikan daulah Islam. Dan dengan ditangkap bahkan dibunuhnya aktifis Islam yang notabene hingga kini tidak ada bukti bahwa mereka teroris. Pada poin 3-8 hendak mengarahkan Indonesia sebagai pelopor pemberantas ‘terorisme’ menurut versi mereka. Juga untuk membuka kesempatan yang seluas-luasnya campur tangan asing. Ini terlihat pada poin 4 yakni akan adanya pelatihan, pendidikan, pertukaran personel, pertukaran intelijen, operasi penjaga perdamaian, keamanan maritim antar kedua negara. Campur tangan AS di bidang keamanan Indonesia akan semakin terbuka luas dengan CPA ini, lihatlah implementasinya, Indonesia akan memberi izin Armada tempur AS untuk sering melewati wilayah laut dan udara Indonesia.Selain harus juga ikut mengamankan mobilitas armada Amerika dari gangguan bajak laut terutama di Selat Malaka karena pada tahun 2011 mendatang AS akan mendirikan pangkalan militer di Gnuam, dekat Austria. Sesungguhnya inilah salah satu hal yang dimaksud keamanan maritim pada CPA.
Sedangkan pada poin berikutnya disinggung terkait isu maritim. Seperti yang kita ketahui Indonesia sering berkonflik dengan negara tetangga utamanya Malaysia terkait dengan perbatasan maupun kekayaan bahari. Dengan CPA ini AS akan lebih leluasa mengendalikan Indonesia dalam penyelesaian konflik maritim. Tujuan yang lain tentu saja motif ekonomi. Terbukti sebelum kedatangan obama pun telah ditanda tangani kerjasama ekplorasi kelautan antara Kementerian Perikanan dan Kelautan Indonesia dan U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang memungkinkan AS melakukan eksplorasi kelautan dan penelitan lautan indonesia yang amat kaya. “Kedua belah pihak (AS dan Amerika) sekarang akan melakukan penelitian di daerah laut Sangihe-Talaud, AS akan meletakan kapal penelitian Oceanus, dan Indonesia, kapal Baruna Jaya 4.” ujar Gellwyn Jusuf, kepala Badan Riset Perikanan dan Kelautan Indonesia(astaga.com).Sehingga bisa disimpulkan CPA ini sesungguhnya adalah cengkeraman kuat AS di bidang keamanan.

B.Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Selama ini sebenarnya investasi Asing lebih banyak menyengsarakan rakyat apalagi investasi yang ditanamkan oleh perusahaan-perusahaan AS. Ada 3 faktor yang bisa kita jadikan bukti bahwa Investasi AS telah banyak merugikan perekonomian indonesia , menyengsarakan rakyat dan merupakan penjajahan ekonomi.
Pertama, Investasi yang dilakukan perusahan AS seperti Exxon Mobil Oil, Caltex, Freeport dan Newmont adalah investasi di bidang ekploitasi barang tambang. Salah satu alasan pemerintah mengundang investasi asing adalah untuk mengatasi pengangguran padahal Investasi dibidang tambang tidak banyak menyerap tenaga kerja sehingga tidak akan mampu mengurangi pengangguran yang terjadi saat ini.
Kedua, Para Investor dengan prinsip kapitalis yaitu meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya telah mengakibatkan Kerusakan ekosistem dan lingkungan alam serta lingkungan sosial. Penambangan yang dilakukan oleh Freeport, New Mont dan beberapa perusahan tambang lainnya telah menghasilkan galian berupa potential acid drainase (air asam tambang) dan limbah tailing. PT Newmont telah merusak pantai Buyat dan Sumbawa bagian barat dengan diikuti oleh aktifitas pembuangan limbah tailing ke laut dalam jumlah yang lebih besar yaitu mencapai 120.000 ton per hari, 60 kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang dibuang Newmont di pantai buyat Minahasa Sulawesi Utara. (http://jakarta.indymedia.org/). Apalagi saat ini pemerintah telah mengijinkan penambangan di daerah hutan lindung maka terjadilah kerusakan hutan akan semakin bertambah, saat ini laju kerusakan hutan mencapai 1,6 – 2 juta hektare per tahun. Luas hutan Indonesia 50 tahun terakhir diperkirakan terus menyusut, dari 162 juta hektare menjadi 98 juta hektare. Walhi mencatat 96,5 juta hektare atau 72 persen dari 134 juta hektare hutan tropis Indonesia telah hilang. Salah satu akibatnya adalah kekeringan dan bencana banjir seperti banjir bandang yang menimpa bohorok – sumatera telah merusak ratusan rumah, beberapa cottage beserta fasilitas publik, dan juga telah menewaskan 90 orang, beberapa orang luka-luka dan masih puluhan orang yang hilang.( http://www.rri-online.com/).
Ketiga, Kontrak Kerja Sama (KKS) atau kontrak karya selalu berpihak dan menguntungkan investor akan tetapi merugikan pemerintah dan rakyat dalam kasus Freport di Papua Pemerintah Indonesia hanya mendapatkan 18,72 % itupun 9,36 % miliki swasta sedangkan sisanya dimiliki Freepoort padahal PT Freeport saat ini telah berhasil mengeruk sekitar 30 juta ton tembaga dan 2,744 milyar gram emas Indonesia mengeksploitasi pertambangan di Papua bekerja atas dasar kontrak karya yang ditandatangani dengan pemerintah Indonesia.

Gambar di atas menunjukkan penjajahan freeport atas Indonesia. Gambar A, penduduk timika yang mengais sisa-sisa penambangan dengan sekop. Gambar B,C,D menunjukkan pengerukan besar-besaran oleh freeport dengan menggunakan truk super besar.
Sementara dalam kasus blok Cepu Exxon mobile mendapat konsesi 50 % padahal berdasarkan hasil survei dan kajian (technical evaluation study, TEA) Humpuss Patragas tahun 1992-1995, cadangan minyak Cepu mencapai 10,9 miliar barel, lebih besar dari Cadangan minyak yang sebelumnya ditemukan di Indonesia secara hanya sekitar 9,7 miliar barel. Sementara dalam kontar karya gas di Pulau Natuna lebih fantasis lagi semua hasil gas 100 % milik Exxon mobile sementara pemerintah hanya mendapat pajak penjualan, maka saat ini exxon berusaha untuk memperpanjang kontrak tersebut yang sebenarnya sudah berakhir tahun 2005 kemudian diperpanjang sampai tahun 2007 dan sekarang sedang negoisasi untk diperpanjang lagi.
Di sisi lain, pengaruh Cina di Bidang Minyak Indonesia sudah mulai mengusik dominasi Perusahaan Amerika Serikat, Kehadiran beberapa perusaahaan minyak Cina di Indonesia memang perlu mendapat perhatian khusus. Misalnya PetroChina, CNIIC, dan Sinopee. Hal ini tentu menimbulkan kejengkelan bagi perusahaan-perusahaan minyak multi-nasional asal Amerika dan Inggris yang dikenal sebagai SEVEN SISTERS yaitu Shell, British Petroleum, Gulf, Texaco, Exxon Mobil, dan Chevron. Ketika perusahaan-perusahaan minyak Cina tersebut masuk ke Indonesia, the Seven Sisters mulai goncang.Maka Kunjungan Obama ke Indonesia di pastikan untuk mengokohkan kembali Imperialisme di Ekonomi di Indonesia. Ini sangat nampak dari poin-poin (3-16) dalam CPA yang berisi pemulusan langkah investasi AS Indonesia. Dan ini juga terlihat dari Usaha obama ‘mengajak’ indonesia bergabung dalam Trans Pasific Partnership (metrotvnews.com). Selain itu poin-poin dalam bidang ini, juga membawa misi campur tangan ekonomi seperti pada poin 1 dan 2.
C.Bidang Sosial-budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kerjasama lainnya
Pada bidang ini diarahkan pada peningkatan pertukaran pelajar ,dosen dan mahasiswa. Kerjasama ini begitu disambut baik oleh Indonesia, Seperti yang dinyatakan AMEROP (Amerika Eropa) Deplu RI beasiswa ke AS akan ditingkatkan 3 kali lipat. Dan tentu saja ini adalah salah satu bagian dari transfer ideologi pada kaum cendekiawan. Bukan hanya itu, dengan kerjasama yang komperhensif di bidang pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi, kurikulum asing akan lebih bebas masuk bahkan sampai level anak-anak seperti yang disebutkan pada poin 1-4.
Hal ini sudah mulai diterapkan seperti yang telah dilakkukan DUBES AS untuk Indonesia, Cameron R.Hume membuka proyek TIK di MTS Alalhiyah sebagai salah satu percontohan. Amerikalah yang juga telah mengembangkan pusat-pusat pemikiran, Demokrasi, Pluralisme dan Liberalisme, dimana Amerika mendirikan American Corner di universitas-universitas besar di Indonesia dan mendanainya. Melalui American Corner ini, Amerika menyebarkan budaya Amerika yang liberal di tengah-tengah putra-putri kaum Muslim di negeri ini. Selain itu peningkatan kerjasama dalam penelitian seperti disebut pada poin 7 , nantinya diarahkan pada penelitian virus yang sempat terhenti dengan penutupan NAMRU 2. Seperti yang disampaikan oleh Menkes bahwa dibicarakan kemungkinan kerjasama laboratorium untuk melakukan penelitian bersama, misalnya dengan tujuan untuk menemukan sebuah vaksin, terutama untuk penyakit kronis

……………………
…………………..
lanjutannya bisa didownload di sini


Responses

  1. cool


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: