Oleh: Nur Maulidiyah | 25 Maret, 2011

Tips untuk Bunda dan Calon Bunda:), Didik Generasi Taqwa[u/ usia 0-4 tahun]


Pendidikan Anak Dini Usia berbasis Islam yang diterapkan oleh para ibu di rumah, ternyata mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak di atas rata-rata.
Di sinilah peran ibu begitu besar, untuk mengenalkan bahasa dalam bentuk penyampaian kecintaan kepada Allah dan Rasul­Nya melalui lagu dan cerita, membiasakan doa-doa sejak dini, membiasakan untuk berbahasa sopan, fasih dan santun, serta menanamkan informasi keislaman dengan membacakan Al Qur’an sejak masih dalam kandungan.
Berikut pengamatan, tiap usia bunda:)
1.Usia 7 hari—>Bayi dapat membedakan suara ibunya dengan suara orang lain
tipsnya:
Sering-seringlah ibu menyapa anak dengan “assalaamu’alaikum”kemudian sebut namanya.
Ajaklah anak bicara pada saatia terjaga. Sebelum minum bacalah doa “Allaahumma baariklanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa adzaabannar”. Demikian juga sesudahnya, “Alhamdulillaahilladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa mina) muslimiin”. Bila si kecil bersendawa ucapkan alhamdulillah. Bila si kecil menguap, bacalah “a’udzubillaahiminasysyaithaanir rajiim”. Bila ia bangun tidur bacalah “alhamdulillah” dan doa bangun dari tidur, “Alhamdulillaahilladziiahyaanaa ba’da maa amaatana wa ilaihin nusyuur.”
2.Usia 2 minggu–>Bayi mengenali suara ayahnya dan dapat membe dakannya dari suara ibunya
tipsnya:
**Sesaat setelah bayi baru dilahirkan, ayah memperdengarkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri.
**Sempatkan ayah untuk menggendong bayinya setidaknya sekali dalam sehari. Saat tersebut dapat digunakan untuk berbicara dengan bayi.

**Sapalah bayi dan bacakan ayat ayat Al Qur’an. Dapat dipilih surat Al fatihah, An Naas, Al falaq, Al Ikhlas atau ayat kursi. Ayah yang jarang bertemu bayinya, sulit dikenali suaranya oleh sang bayi. Bayi hanya akan mengenal suara orang yang terdekat dengan dirinya.

3.Usia 3 bulan–>Bayi mulai bisa mengeluarkan suara dari huruf vokal

Tipsnya:
**Sambutlah suara yang dikeluarkan bayi dengan mengajaknya bicara. Ucapkanlah lafazh “Allah”, atau “Allaahu-Akbar” kepada bayi sesering r ungkin, dengan intonasi pelahan. Juga kata “Alhamdu-lillaah”. Dua lafazh ini sangat mudah diikuti bayi.

4.Usla 6 -8 bulan–> Bayi mulai bisa menambahkan beberapa suara yang terdengar seperti konsonan,yang digabungkan dengan huruf vokal.Misalnya:mama, papa, mimi, baba, tetapi sebenarnya tidak berhubungan dengan orang tertentu

Tipsnya:
Bila ibu dan ayah rutin mengajarkan kata “Allah”, lnsya Allah, bayi ands dapat mengikutinya pada usia 8 bulan. Sekalipun huruf “dobel rnya kurang jelas, namun is berusaha menirukan penyebutan lafazh tersebut. Si kecil tidak mengkaitkan
lafazh tersebut dengan sosok tertentu. la hanya hafal, lafazh apa yang sering didengamya. Bayi juga bisa mulai diajak sholat. Dudukkan saat is tenang, pada saat ibu sholat. Keraskan ketika ibu membaca “Allaahu-Akbar”
5.Usla 1 tahun –> Barulah si bayi mulai bisa mengungkapkan “umii”, “abii” yangdihubungkan dengan orang tertentu. Bayi juga mulaimerespondengan satu kalimat perintah.

Tipsnya:
Penyebutan umi, ibu, bunda atau abi, bapak, ayah oleh setiap anggota keluarga di rumah, akan mempercepat bayi menyebutkan ayah dan ibunya. Demikian juga dengan nenek, kakek, kakak dll.
Seringnya ibu mengajak bayi berkomunikasi, juga mempercepat bayi dalam merespon kalimat tertentu.
6.Usia 15 bulan–>Bayi mulai melanjutkan usahanya menggabungkan antara suara vokal dan konsonan secara bersama-sama, tapi mungkin masih belum berhubungan dengan sesuatu. Pada saat ini ia juga mulai mampu mengucapkan sekitar sepuluh kata berbeda

Tipsnya:
Bayi akan mengucapkan kata-kata yang paling sering didengar dan dikenalnya. Misalnya: abi, umi, nenek, ma’em (makan), mimik (minum), pipis, ola (bola mainannya), enta (minta), cucu (susu), Bobo (tidur), tacit (sakit), dan sebagainya. Semakin sering ibu dan ayah mengajaknya berkomunikasi dan mengenalkan nama-nama benda, semakin banyak kata yang dikenalnya pada usia ini.

7.Usia 18 bulan –>Balita mulai bisa mengucap-kan kata benda (seperti bola atau gelas), nama orang tertentu dan juga beberapa frase. la juga mulai menambah kan gerakan pada kata-katanya
dan mampu menuruti beberapa kata perintah (misalnya “ayo tidur” atau “ambil mainannya)

Tipsnya:
Bila ibu disiplin dan rutin membacakan doa sebelum makan-minum pada bayi sejak ia lahir, maka bayi pada usia ini ternyata telah sanggup melafazkan kalimat yang panjang, yakni doa sebelum makan. Padahal biasanya bayi baru bisa mengucapkan satu atau dua patah kata. Namun temyata si kecil telah dapat melafazkan sebuah kalimat doa yang Iebih dari 10 kata. Walaupun Iafazhnya belum jelas, namun doa itulah yang dimaksud. Disiplin dan kerja keras ibu membuahkan hasil.
Ibu harus mulai membacakan ayat-ayat AI-Qur’an secara Iebih rutin.
Peluklah anak, saat la belum mau memperhatikan. Usahakan, tanpa memaksa, anak dapat duduk dengan tenang di pangkuan ibu sambil mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan ibu. Mulailah dengan Juz Amma diawali dengan Al Fatihah, An Naas, Al Falaq, Al Ikhlas dstnya.
Perlunya ibu atau ayah sendiri yang membacakan, karena ketika anak telah mampu berkonsentrasi dalam belajar, ibu harus mengulang-ulang Iafazh yang sulit diucapkan sampai anak dapat mengucapkannya dengan tepat. Kaset, VCD atau MP3 digunakan hanya untuk mengulang-ulang informasi saja. bapat diperdengarkan ketika anak bangun tidur, mau tidur atau siang hari sambil ia istirahat setelah bermain.

8.Usla 2 tahun–> Balita sudah mulal bisa merangkai kata,mengatakan sebuah kalimat sederhana seperti “ayah pergi”

Tipsnya:
Balita usia 2 tahun sudah bisa diajak berkomunikasi. Bila sejak kecil ayah dan ibu sering mengajaknya bicara, maka kemampuan komunikasinya akan Iebih baik. Demikian pula, bila nenek, kakek atau bila memiliki kakak, sering mengajaknya bicara, kemampuan komunikasinya akan lebih baik lagi.
Ibu dapat mengajari bayinya lagu-lagu yang terarah. Misalnya, lagu yang menyebutkan anggota tubuh dengan bahasa Arab dan artinya. Lagu yang menyebutkan angka-angka dan huruf dalam bahasa Indonesia dan Arab. Lagu-lagu anak-anak tentang kekuasaan Allah, tentang Nabi, aiam, benda-benda, juga balk diajarkan untuk merangsang kemampuan bicara ballta.
Balita usia 2 tahun juga sudah mulai mampu menghafalkan doa doa tertentu. Misalnya doa sesudah makan, doa hendak tidur, doa bangun tidur, doahendak bepergian. Tentunya bila ibu dan ayah disipiin membacakannya sejak usianya masih bayi. Di usia ini, ibu akan merasakan hasil usahanya memulai pendidikan sejak usia dini

9.Usia 3 tahun–>Balita sudah mampu menggunakan dua hingga empat kalimat panjang, mengikuti beberapa instruksi sederhana dan sering mengulang ulang kata yang kerap didengarnya dalamberbagai perbincangan

Tipsnya:

selengkapnya di http://nurmaulid.tk/2011/03/tips-untuk-bunda-dan-calon-bunda-didik-generasi-taqwau-usia-0-4-tahun/


Responses

  1. terima kasih atas tipsnya, mohon didoakan agar anak saya menjadi anak yang sholeh

  2. Terimakasih sangat bermanfaat post-nya..
    Mari kita kawal Jundi-Jundiyah kita, menjadi punggawa-punggawa pengibar panji-panji kemenangan Islam.

    Amiin.

  3. Terimakasih Mbak share nya.. nice info bgt..minta izin share-nya ya..saam kenal dr saya yang bayinya mash 2 mingguan usianya.. -herpin-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: