Oleh: Nur Maulidiyah | 10 Mei, 2011

Deadline Cinta


Deadline Cinta …

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…
seperti kata yang tak sempat dikatakan api kepada kayu yang membuatnya terbakar

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…
seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada air yang membuatnya tiada

Sekilas kubaca surat dari Resya teman sekelasku . Puisi ditambah kata-kata berbunga-bunga yang lain . Ya , intinya dia mencintaiku seperti kayu atau apalah …Aku menerimanya tanpa tanggapan tadi sepulang sekolah . Dan ngeloyor begitu saja . Meskipun klasik , puisi tetap elegan untuk menyatakan cinta . Meskipun aku tahu dia nyadur habis-habisan puisinya Sapardi Joko Darmono dimix n’ match sama puisinya Kahlil Gibran . Tapi suasana hatiku lagi gak tertarik untuk nerima puisi -puisi kaya gitu .Meskipun sebenarnya , aku poetry lover , jadi puisi-puisi kaya gitu dah kuhafal di luar kepala .

Aku sudah berjanji untuk tidak jatuh cinta lagi . Klo mau nyontek judul sebuah drama mini seri yang kutonton kemarin ” gue kapok jatuh cinta lagi “. Dan sinetron itupun gak membuatku berubah pikiran untuk jatuh cinta lagi . Teman-temanku pun tidak . Meski teman segank-ku sudah punya cowok semua alias gak jomblo lagi . Dan seringkali mendorong-dorongku dan tanya padaku ” Dinda , kapan jadian ?” . Layaknya Ringgo , aku cuma meringis sambil bilang ” may,,,,maybe yes maybe no” . Aku benar-benar trauma dan illfeel sama makhluq yang bernama cowok karena klo aku liat orang pacaran atau baca surat cinta , aku ingat kejadian yang bener-bener membuat aku broken heart . Klo katanya terry

hati membeku mengingatkan kata janji manismu
ku dilambung angan-angan belaian kasih suci darimu
oh kejamnya
lidah tidak bertulang
ucapan cinta mengiris kalbu ….

Beberapa bulan terakhir ini aku sering banget dengar-dengar lagu-lagu broken heart kaya itu . Liat aja di playlist winampku isinya lagunya dewiq yang broken heart , usai sudahnya kangen band , gantungnya melly , 1000 Topengnya Sherina. Waks. Padahal kemaren kubaru baca dari majalah cara ampuh ngelupain mantan . Salah satunya jangan suka dengerin lagu mellow broken heart .

Ah sudahlah .Sakit rasanya klo ingat itu.Surat dari Resya pun akhirnya meluncur dengan sukses ke keranjang sampah . Sorry , tapi cowok itu , cowok yang bernama Dicky benar-benar sukses menggores hatiku . Bayangkan aja di tengah-tengah aku begitu mencintainya tiba-tiba dia mendua sama sobatku sendiri .

Dan maaf seribu maaf klo cowok-cowok lain juga jadi korban . Ade , Deny harus kusakiti karena cintanya tak kubalas. Sebenarnya Resya beda dengan 2 cowok sebelumnya . Senyumnya begitu tulus . Pertama kucuekin aja senyumnya . Tapi lama-lama gak tega juga . Karena dia yang hibur aku waktu aku lagi brokis alias broken abis . Dan kuhargai usahanya untuk meyakinkan aku bahwa gak semua cowok se-buaya Dicky .

Tapi tetap aja tidak terlalu berefek . Aku pun konsentrasi ke acara-acara OSIS . Kebetulan aku termasuk aktifis sekolah . Plus belajar sambil dengerin lagu di kompi seperti sekarang ini .Dan Fresya tetap dengan usahanya mengirimi aku puisi entah lewat surat maupun sms.

Tak terasa jam berdentang 11 kali artinya sekarang sudah jam 11 malam . Orang seisi rumah sudah tidur . Mataku pun sudah berat . Tapi aku belum sholat Isya’ . Dulu waktu aku pacaran sama Dicky , dia selalu ngingetin aku sholat . Belagu banget dia ,klo didepanku aja kaya gitu.Dulu sih kelihatannya dia begitu baik. Love is blind.Sholatku dulu emang bolong-bolong . Tapi sekarang gak lagi. Mungkin itu juga peringatan buat aku. Di penghujung sholatku aku berdoa yang baik-baik . Katanya, doa orang yang terdolimi kan dikabulkan .
================================================
Langkah kakiku kali ini semangat menuju SMA 58 . Pasalnya hari ini gladi bersih acara PenSi 58 , acara yang aku selenggarain bareng temn-teman OSIS. Untuk pertamakalinya aku jadi ketua pelaksana .

Setelah pelajaran Bahasa Indonesia berakhir , aku pun segera mengambil langkah seribu menuju aula , takut kemalaman nanti . Saat mepersiapkan perlengkapan , Resya menghampiriku . Aku tahu sedari tadi dia sudah menungguku di pojok aula .

“Lagi sibuk , din? jangan kecapekan ya..” dia membuka perbincangan kami kali ini.
” iya..” jawabku singkat
” Aku tahu , kamu belum bisa nerima aku . Tapi asal kamu tahu aku mencintaimu sejak kelas satu . Saat kamu memilih Dicky , aku merelakan saja.Karena kupikir cinta itu bagaimana melihat seseorang yang kita cintai bahagia. Saat Dicky menyakiti kamu , aku sudah berjanji tidak akan membiarkan seorangpun menyakiti kamu lagi ” ,Resya berkata dengan mimik yang serius .
Aku cuma bisa menghela nafas mendengarkan Resya sambil tetap menekuri catatan perlengkapan di tanganku . Tapi jujur , hatiku mulai mencair . Dan aku benar-benar mendengarkan ketulusan dari ucapannya .
” Oh ya din, kamu tahu gak kenapa orang tuaku menamaiku Fresya Ardiansyah…? ” , dia mencoba mencairkan suasana
” Gak, apa dari kata fresh?” aku mencoba menimpali setelah mendengar nama lengkapnya disebut.
” Ya…memang dari kata fresh yang artinya segar . Ibuku dulunya wanita karir yang sibuk . Padahal ayahku sudah melarangnya karena toh dengan penghasilan ayah hidup keluarga kami sudah mencukupi . Tapi Ibuku bersikeras kan sekarang zamannya emansipasi , wanita sejajar dengan pria jadi harus berkarir di luar rumah , katanya. Tapi akhirnya malah melupakan kewajiban utamanya sebagai ibu rumah tangga. Dan itu membuat pertengkaran terus terjadi . Sampai akhirnya ibu mengandungku . Dan kelahiranku menyadarkan ibuku akan kodratnya dan ak lagi mendengung-dengungkan emansipasi yang dari Barat itu, dan menyegarkan kembali hubungan ayah dan ibuku. Makanya aku diberi nama Fresya . Dan aku pengen , kehardiranku juga menyegarkan kehidupanmu ….”
Degh..
Jantungku berdetak keras. Aku seakan bisa merasakan aliran darahku . Aku tak bisa berkata apa-apa. Kurasakan kebekuanku memecah seketika . Fresya memang 1000 kali lebih baik dari Dicky…aku tahu itu aku bisa merasakannya …tapi tetap saja akutakut tertipu lagi.
” Ya udah , semoga acaranya sukses…ini bukumu aku kembalikan ” , Akhirnya dia mengakhiri pembicaraannya.
“Hati-hati” , aku berkata dengan ragu bingung harus bilang apa.
Sambil kulihat punggungnya menghilang dari pandanganku . Aku bertekad untuk mempertimbangkannya lagi …
Mungkin sudah saatnya aku membuka diri , pikirku.

==========================================

Phuh….Kubaringkan tubuhku ke kasur bersprei bunga pink di kamarku. Sambil ditemani alunan vanessa mae , aku mulai membuka-buka buku pelajaranku. Meski tadi capek banget habis acara PenSi yang rame abiz.Terpaksa juga harus belajar. Karena besak ada ulangan Biologi . Saat membuka buku catatanku , ada yang jatuh. Selembar kertas dilipat rapi.

Akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian api yang menjadi dingin

Apakah kau masih berkata
kudengar detak jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

Aku berharap cinta tulusku
mencairkan kebekuanmu
mengobati segala traumamu
kutunggu cintamu menyambutku

-Fresya Ardiansyah-

Kata-katanya terutama bait terakhir begitu memecah konsentrasiku . Bukan karena hanya bait itu kata-kata yang Resya karang sendiri . Karena memang mulai bait awal itu nyontek puisi cahaya bulannya Nicholas Saputra di film Gie. Tapi…aku bisa membaca ketulusan. Tapi aku harus segera menghafal pelajaran Biologi . Sistem pendidikan sekarang ini gak proporsional . Masa’ kita suruh baca sendiri , suruh ngerti-ngerti sendiri .Mana banyak lagi.

============================================

Di pagi hari yang mendingin , sengaja aku memakai jaket merah hadiah dari mama . Segera memasuki kelas .Karena 5 menit lagi bel berbunyi . Kulihat Resya di bangkunya sambil tersenyum padaku . Aku membalas senyumnya kali ini.Kalo dilihat-lihat lagi dia mirip sama Rionaldo Stockhorst , apalagi kalo senyum.Dia sengaja tak menghampiriku .Mungkin supaya aku konsentrasi sama ulangan Biologi.

Bel istirahat berbunyi , seperti dugaanku , dia menghampiriku.
” Soal surat kemarin…sorry ya klo ganggu kamu ” , Kali ini resya memndang tajam .
” Oh iya gak apa-apa kok” , kataku .
“ Ehm….seperti suratku kemarin aku menunggumu ….Dan aku butuh kepastianmu din …”
Sebelum dia selesai bicara aku sudah memotongnya ..” iya aku tahu , kasih aku waktu buat berfikir ya….3 minggu “
Gak tahu tapi spontan itu yang terucap , aku sendiri gak yakin apa dalam 3 minggu bisa ngasih jawaban.
“ ya udah , aku mau ke perpus dulu ya , oh ya lain kali pusinya ngarang sendiri ya…he..he..gak koq bercanda”.
segera aku pergi dan mengajak Tia buat ke perpus.Karena hanya dia yang berada di kelas waktu itu. Kayanya dia gak suka ngeliat
Aku berdua sama Resya .Makanya seneg banget waktu kuajak ke perpus .
Alasan aja sih, bisa –bisa kalo aku tetap di sana tanganku bisa basah. Tadi aja sudah keringat dingin saking groginya . Aku sadar beni-benih cintaku ke dia mulai tumbuh.

Lagu Heaven slow terdengar dari hp cdmaku . Ada sms masuk . Dari Resya . “ Dinda , datang ya ada acara hari Ahad di Aula , kutunggu …,acaranya OSIS”
Langsung aku sms Sella,temen segank-ku
Tapi dia gak tahu . Tengsin klo aku tanya ke Resya . Yang anak OSIS kan aku . Emang sih seminggu ni aku gak ke sekret .Karena habis acara PenSi kemaren .Aku off dari kegiatannya OSIS .
Wah, acara apa ya hari Ahad ?Segera kupencet nomornya Tia , nsp irhamnanya Opick terdengar . Tia juga anak OSIS , jadi dia pasti tahu .
“ Assalamualaikum , ada apa din” Tia langsung to the point
“ ini si Resya ngajak aku ke acara Ahad , emang ada acara apaan sih di aula?”
“ Acara Deadline cinta ..”
“ Apaan tuh…apa kaya kontak jodoh , cinta lokasi gitu”
“ Wah ,kamu koq jadi korban reality show gitu…., bukan koq tapi acaranya dijamin seru kerjasama OSIS sama KiaSs . Acara yang aku usulin itu loh din…”
“ yang mana sih, wah..aku dah lupa. Ya udah ma kasih ya tia..”
“ Ya..sama-sama jangan lupa teman – teman kamu diajak juga…rame-rame..”
“ Oh iya…Assalamualaikum “ .Wah, aku disuruh ngajak si Sella cs. Apa supaya aku gak berduaan ama Resya ya…Pikiran negatif mulai merasukiku . Dan rupanya aku mulai cemburu ke Tia….Cemburu kan tandanya cinta….berarti aku………..
===================================================================
Hari Ahad pagi aku sudah rapi jali dengan baju senada berwarna pink . Plus kerudung berwarna sama . Baru 3 bulan ini aku pake kerudung . Klo artis-artis pada lepas kerudung gara-gara cerai . Aku justru tambah dekat sama Alloh. Salah satunya melaksanakan kewajiban bagi muslimah yang satu ini . Dan ternyata aku siap . Seperti katanya Tia . Klo kita sudah baligh berarti kita sudah siap untuk melaksanakan Syariat Alloh . Sebelumnya aku berfikir untuk berkerudung klo dapat hidayah. Ternyata hidayah itu musti kita jemput dengan ngelaksanakan kewajiban dan menjauhi laranganNya.

Aku janjian sama anak-anak di depan sekolah .Muncullah Sella yang rame , Karen yang kalem , mila yang gaul . Kita semua akhirnya masuk ke Aula . Wah…kayanya saltum nih alias salah kostum . Aku sih enggak tapi bagaimana dengan teman-temanku .Mereka kan belum pake kerudung . Padahal acara sangat Islami . Weks. Tapi sudah terlanjur masuk .
” Udah yuk..pede aja ya..”,kataku menenangkan mereka.
” Koq gak bilang kalo acaranya kaya gini sih din..” , sella protes.
” Aku juga gak tahu …”, kali ini aku juga ikutan sebal.
” Singkong diragiin , tape deh…” Mila menimpali .

Rasanya aku nyesel banget dateng ke sini . Apalagi teman-temanku yang pada salah kostum . Koq bisa acaranya OSIS kaya gini . Aku jadi ingat perkataan Tia kearin ” itu loh din acara yang aku usulin ”
Ya Alloh , aku baru ingat . Si tia debat hebat sama teman yang lain gara-garanya teman-teman gak mau acaranya OSIS kaya gitu . Tapi Tia bilang kenapa sih kita sekuler banget misahkan acara agama dan bukan . Temanku yang lain menimpali ” Bukannya kita sekolah juga diajari sekuler , buktinya pelajaran agama dipisah sama pelajaran lain. Di biologi kita ketemu teori Darwin , di Agama kita ketemu kalo manusia dari Nabi Adam “.”Ya itu yang musti kita ubah , pikiran sekuler kaya gitu “.
Dan aku gak nyangka kalo acara ini jadi . Terus ngapain Resya ngajak akuke sini. Apa dia juga salah duga kaya aku .

Lamunanku buyar karena ternyata dah dimulai ama pemutaran film . Dn ku sedikit berubah pikiran kaya’nya gak jelek-jelek amat acaranya.

============================================================================

Sepulang dari acara Ahad kemaren aku jadi nyadar kalo selama ini aku egois banget. Cuma mikirin masalahku sendiri . Seakan-akan masalahnya remaja itu cuma cinta..cinta..dan cinta. Korban sinetron kayanya. Dan ternyata cinta gak sesempit yang aku bayangkan . Cinta kepada saudara-saudara muslim yang lain dibelahan bumi lain . Cinta pada Syari’at Alloh. Cinta pada Alloh tentu yang sudah memberi kita nikmat begitu banyak .

I’am happy now.Rasanya lega banget. Dan aku bertekad buat mengkaji Islam lebih intensif .Kebetulan aku kemarin sudah kenalan ama teman-teman dari KiaSs juga .

============================================================================
Wah hari ini deadline buat ngasih jawaban ke Resya. Aku bingung harus gimana.Di satu sisi aku sayang sama Resya dan gak mungkin menyakiti hatinya.Tapi di sisi lain…..

Aku kali ini ragu memasuki kelas 2.5 , Resya terlihat tetap dengan senyumnya lagi baca greensoul sambil ngobrol sama beberapa teman. Tapi sekarang senyumnya sudah gak menyebar ke semua orang. Dia mulai menjaga dengan teman-teman yang cewek termasuk denganku. Aku tahu alasannya . Tapi tetap saja aku deg-degan gimana kalo Resya ingat tentang deadline jawabanku yang jatuh hari ini.Memang sih dia gak seperti dulu yang menyerangkan dengan sms-sms puisinya 3 kali sehari .

Resya ke arahku kali ini. Ya Alloh aku benar-benar pingin ke kamar mandi.
” Din , maaf..”,Resya memanggilku
“eh..iya soal….”kataku cepat.Tak kalah cepat sebelum aku selesai ngomong Resya segera membalas “Ini dari aku” , katanya sambil menyerahkan kertas yang dilipat rapi seperti biasanya . Tapi kali ini kertasnya putih gak seperti biasanya.Dan dia pun segera kembali ke teman-temannya tetap dengan senyumnya.

============================================================================
Di rumah kubuka surat dari Resya . Sebenarnya sudah dari tadi aku pingin buka suratnya . Tapi tengsin dilihatin sama Resya dan anak-anak. Belum ganti seragam , belum copot sepatu .

Cinta itu menyelamatkan
Tak hanya mengiyakan
Terkadang itu pahit tuk disampaikan

Jangan sampai berbuka sebelum waktunya
Jangan sampai keluar dari garis lurusNYA

Cinta itu kuingin dia bahagia
Dan kebahagiaan yang sejati
adalah saat memperoleh Ridho Alloh

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati

Cinta sejati takkan pernah membawa pada kemaksiatan
Cinta sejati takkan pernah membawa pada pengkhianatan
karena cinta sejati senantiasa dibimbing oleh Cinta di atas cinta

Wah aku senang bukan kepalang. Bukan karena kali ini Resya tidak menyadur puisi siapapun . Tapi puisi bikinannya sendiri. Tapi yang membuatku bahagia ternyata kita sudah sepemikiran .

Di bawah juga tertulis kata-kata yang persis bakal kusampaikan ke dia.

Kita harus saling menjaga.
Menjaga hati.Menjaga pikiran .Menjaga perbuatan.
InsyaAlloh kita akan diberi yang terbaik oleh Alloh.
Tugas kita masih banyak .
Karena kita adalah Agent of Change.Agen Perubah.

Yup tugasku masih banyak. Harus mengajak teman-temanku buat berkerudung ,buat ngaji. Oh iya si Mila sudah pake kerudung lho. Aku juga harus segera menyempurnakan kewajibanku untu berjilbab. mengkaji Islam lebih intensif .kudu…ini…itu..banyak…
Semangat. Seperti biasa diiringi lagu dari kompiku .Tapi kali ini bukan lagu broken heart

Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan Rahmad-Mu
Meski tak layak
Meski kubegitu Hina kubersimpuh

Cukup bagiku Alloh
……………….
……………..


Responses

  1. wahhhh, urusan cinta di masa lalu membuat hatiku sakit mbk, mending yg skarang aja deh, hehe *curcol*

  2. fasta

  3. Cinta itu terkadang Pahit
    Bagi Hati yang terSakiti
    Kadang Cinta itu Maniz
    Bila Qita mau terima akan Hadirnya Cinta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: