Oleh: Nur Maulidiyah | 29 Februari, 2012

Sharing Tentang Masalah Wanita di Berbagai Belahan Dunia


Assalammu’alaykum warohmatullah🙂

Update blog kali ini lebih cepat dari yang dijanjikan sebelumnya, rajin.com :B . Kali ini saya ingin mengangkat masalah wanita di berbagai belahan dunia, tentu saja kita tidak sedang mencari masalah saja,tetapi juga mencari solusinya.

Di Taiwan

Menurut pengamatan saya sebulan terakhir tinggal di sini dan berinteraksi dengan warga indo di Taiwan, maupun warga Taiwan*walau cuma sedikit,gara-gara tidabisa mandarin #:-S *. Ada beberapa yang menonjol:

Wanita di Taiwan sibuk bekerja sama dengan suaminya, bahkan banyak di antara mereka yang jam kerjanya sangat full. Walhasil mengurus rumah tangga,suami,anak diserahkan ke pembantu *rata-rata TKW dari Indonesia*. Pernah saat di Masjid saya bertemu dengan TKW yang diantar majikannya mendaftar universitas terbuka.Dari pembicaraan mereka,majikan sangat khawatir , pembantunya keluar untuk ujian saja.Kata untuk ujian saja saya tebali karena itu berarti cuma beberapa jam keluar karena universitas terbuka untuk TKW dilaksanakan online dan sangat fleksible. Si majikan mengatakan dia harus tahu jam berapa sampai jam berapa ujiannya,karena dia harus izin dari kerjaannya. Padahal waktu ujian adalah hari minggu.Ini adalah salah satu contoh kasus saja, beberapa juga demikian. Dan tentu ini dikarenakan tuntutan biaya hidup yang tinggi dan pemikiran kesetaraan gender.
Angka Kelahiran yang turun. Tingkat kesuburan yang rendah ini mengakibatkan jumlah bayi yang dilahirkan menurun setiap tahunnya di Taiwan dan menjadikan Taiwan sebagai negara dengan angka kelahiran terendah di dunia.Pemerintah Taiwan sangat khawatir akan krisis ini. Menteri Kesehatan Taiwan, Yaung Chih-Liang bahkan mengatakan hal ini sebagai “Keadaan Masyarakat yang Tragis”. Yaung juga menegaskan rendahnya angka kelahiran akan menurunkan angka pekerja di masa depan. Dan mengakibatkan beban pemerintah untuk mengurus lansia bertambah. Kesulitan para anak untuk mengurus orang tua yang sudah lanjut usia bisa meningkatkan angka bunuh diri. Bukan hanya masalah ekonomi yang menjadi faktor penurunan angka kelahiran ini. Di masyakarat Taiwan juga berkembang persepsi baru dalam hal standar kehidupan. Sebuah universitas yang melakukan survey terhadap 100 orang yang berusia antara 20-40 tahun menyebutkan, sepertiga dari mereka tidak punya rencana untuk memiliki anak. Hal ini untuk menghindari kebangkrutan dan kebebasan kehidupan mereka.
Kenakalan anak yang meningkat karena ibu yang bekerja. Ini seperti yang saya ceritakan di pos Islam di Taiwan.
Itu dulu sementara sekilas dari pengamatan saya, untuk kekerasan pada wanita juga banyak terjadi pada TKW yang berasal dari luar taiwan.Miris Bukan?
INDONESIA

Seperti kita ketahui bersama banyak sekali permasalahan yang ada di Indonesia yang menimpa wanita mulai dari kekerasan fisik,pemerkosaan, dan tindakan kekerasan lain.Juga wanita Indonesia banyak yang terpaksa bekerja karena wanita dan seluruh rakyat berada di bawah garis kemiskin padahal negara kaya.Hanya kekayaan alamnya dijual *diberikan* kepada Asing, karena pemerintah menganut kebebasan.Berikut videonya

[tube]http://www.youtube.com/watch?v=kVi5ryUnZnA&feature=share[/tube]

sedangkan di Negara lain, termasuk barat, juga banyak persoalan wanita.Berikut Linknya

selengkapnya di blog baru saya klik di sini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: